Monthly Archives: Desember 2019

18Des/19

Seminar Internet of Things untuk Kebutuhan Entrepreneurship dalam Industri 4.0

Palembang, klikampera.com – Mahasiswa diingatkan untuk tidak hanya belajar mengejar nilai, tetapi perlu membekali diri dengan skill yang bermanfaat untuk orang lain, dan sesuai dengan kebutuhan di era revolusi industri 4.0, salah satunya dengan menguasai Internet of Things (IoT).

Hal tersebut mengemuka dalam Seminar Internet of Things untuk Kebutuhan Entrepreneurship dalam Industri 4.0 dengan tema “Membangun Peran Generasi Muda untuk Tanggap Berencana di Era Modernisasi” yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Informasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Palembang, Rabu (18/12/2019).

Seminar tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Universitas Muhammadiyah Palembang Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., dan menurut beliau menilai seminar ini sangat penting karena Internet of Things merupakan unsur utama dalam revolusi industry 4.0 , Internet of Things pun berpengaruh terhadap beberapa industry seperti manufaktur, logistic, kesehatan , dan masih banyak industry lainnya.

“Internet of Things berfungsi untuk mencari dan mengumpulkan berbagai data dari beberapa sumber yang pada akhirnya data tersebut akan diolah menjadi data yang dapat digunakan oleh pengguna” ungkapnya.

Kegiatan yang menghadirkan narasumber Arman Wijaya selaku Network Performance Manager Tree South Sumatera, dan Tagrim Ibadi, M.Kom., selaku Founder INET KOMPUTER, yang turut dihadiri Wakil Dekan I, III, dan Kaprodi Teknologi Infromasi.

Dr. Ir. Mukhtarudin Muchsiri, M.P., juga menambahkan bahwa forum seminar dan diskusi oleh bidang kemahasiswaan bermanfaat untuk menambah ilmu pengetahuan yang baru dan juga dalam bagian penguatan borang akreditasi program studi Teknologi Informasi.

 

06Des/19

Kuliah Umum “Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 Saatnya Menjadi Milenial Kreatif Berjiwa Entrepreneurship Dibidang Teknologi”

Palembang, klikampera.com – Program Studi (Prodi) Teknologi Informasi FakultasTeknik (FT) Universitas Muhammadiyah Palembang menggelar kuliah umum yang menghadirkan Satria Abadi, S.Kom., M.Ti., P.hD., pemateri dari University Selangor, Malaysia., Jumat (6/12/2019).

Kuliah umum yang bertemakan “Revolusi Industri 4.0 dan Society Saatnya Menjadi Milenial Kreatif Berjiwa Entrepreneurship di Bidang Teknologi” dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I FT Ir. Zulkifli, M.Eng., dan Kaprodi Teknologi Informasi Karnadi, S.Kom., M.Kom., serta dihadiri oleh ratusan mahasiswa dan dosen.

Dalam paparannya, Satria Abadi, S.Kom., M.Ti., P.hD., menyampaikan bahwa Industri 4.0 adalah nama tren otomasi dalam pertukaran data terkini menggunakan Teknologi Informasi. Memanfaatkan Internet of Things (IoT), Cyber Physical System berkomunikasi dan bekerja sama dengan satu sama lain dan manusia secara bersamaan. Dengan Cloud Computing, layanan internal dan lintas organisasi disediakan dan dimanfaatkan oleh berbagai pihak di dalam rantai nilai.

Narasumber bersama mahasiswa FT UMPalembang

Ia melanjutkan, sedangkan society 5.0 adalah suatu konsep masyarakat yang berpusat pada manusia (Human-centered) dan berbasis teknologi (Technology-based) AI dan IoT yang dikembangkan oleh Jepang. Konsep ini lahir sebagai pengembangan dari Revolusi Industri 4.0 yang dinilai berpotensi mendegradasi peran manusia.

“Melalui Society 5.0, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence ) akan mentransformasi Big Data yang dikumpulkan melalui internet pada segala bidang kehidupan (The Internet of Things) menjadi suatu kearifan baru, dan akan didedikasikan untuk meningkatkan kemampuan manusia membuka peluang-peluang bagi kemanusiaan. Transformasi ini akan membantu manusia untuk menjalani kehidupan yang lebih bermakna” jelasnya.

Satria Abadi, S.Kom., M.Ti., P.hD., menuturkan, jika Revolusi industry 4.0 menggunakan AI, dan kecerdasan buatan yang merupakan komponen utama dalam membuat perubahan di masa yang akan datang. Sedangkan Society 5.0 menggunakan teknologi modern hanya saja mengandalkan manusia sebagai komponen utamanya.

“Sebagian orang berpendapat bahwa Society 5.0 lebih baik karena dianggap lebih humanis dibanding Revolusi 4.0. Namun bukan berarti Revolusi 4.0 tidak bisa bersaing karena pada dasarnya konteks dari kedua konsep tersebut hampir sama yaitu berusaha untuk mengembangkan teknologi ke arah yang lebih baik, Meski saat ini banyak orang yang memperdebatkan mengenai konsep Revolusi Industri 4.0 juga Society 5.0 bukan berarti kedua konsep tersebut merugikan, hanya saja bagaimana kita menyikapi hal tersebut” ungkapnya.